Hjiir Mentuk Olahan Berbahan Dasar Sagu Asal Kampung Tobati, Papua -->

Iklan Semua Halaman

Conected

Hjiir Mentuk Olahan Berbahan Dasar Sagu Asal Kampung Tobati, Papua

9/09/2021
Hjiir Mentuk Olahan Asal Kampung Tobati

NNIndonesia, Jayapura-- Kampung Tobati terletak di kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Kota Jayapura yang berada dalam Teluk Yos Sudarso, Papua. Beberapa suku yang mendiami Kampung Tobati, diantaranya; Hamadi, Ireuw, Dawir, Haay, Hababuk, Meraudje, Hasor, Injama, Affar, Mano dan Sremsrem. Kampung Tobati berbatasan langsung dengan laut Pasifik, masyarakat di kampung ini membangun rumah panggung diatas permukaan air dangkal. Masyarakat Kampung Tobati masih menganut tiga bentuk pola kepemimpinan, yakni; kepemimpinan formal dipimpin oleh kepala kampung, kepemimpinan agama dipimpin oleh pendeta, kepemimpinan adat dipimpin oleh ondoafi, ketiga jenis kepemimpinan ini kemudian disebut dengan istilah “tiga tungku”.

Kampung Tobati memiliki banyak potensi sehingga dapat dikembangkan menjadi Kampung Wisata. Selain wisata alam hutan mangrove, wisata budaya terutama seni relief, tarian dan nyanyian dapat nikmati oleh para wisatawan ketika mengungjungi Kampung Tobati. Seni relief masyarakat Kampung Tobati bentuknya kebanyakan mengaplikasikan kekayaan alam bawah laut. Berkunjung ke Kampung Tobati, para wisatawan akan disuguhkan dengan panorama alam, wisata budaya, dan jembatan merah sebagai destinasi baru yang menjadi icon Kota Jayapura. Selain itu, kurang lengkap ketika belum mencicipi kuliner lokal yang dapat memanjakan lidah penikmatnya. Secara umum, Papua dikenal olahan berbahan sagu, karena sagu dikenal sebagai identitas orang Papua yang patut untuk dibanggakan sehingga tidak boleh dilupakan, dimana terdapat nilai sosial bahwa sagu merupakan perekat kebersamaan.

Berbagai macam olahan yang dihasilkan dengan memanfaatkan bahan sagu, seperti halnya Papeda yang disajikan dengan ikan tongkol atau mubara dengan berbumbu kunyit, atau biasa disebut Papeda ikan kuah kuning, khas Papua.  Papeda hampir mirip dengan kapurung makanan tradisioanal berbahan sagu asal Sulawesi-Selatan, yang membedakannya kapurung dibuat dalam bentuk bulatan-bulatan kecil. Penyajiannya juga berbeda, papeda disajikan dengan ikan kuah kuning sementara kapurung dicampur dengan sayur-sayuran.

Olahan berbahan sagu lainnya yang ada di Papua, seperti martabak sagu, sagu lempeng, bubur sagu, sinole dan es cendol sagu. Sebagai hidangan penutup, yang tidak kalah uniknya adalah kuliner khas olahan masyarakat asal Kampung Tobati yang dinamai hjiir mentuk. Kuliner ini merupakan olahan yang berasal dari kelapa muda yang dipadukan dengan sirup atau gula merah, kendati dibuat dari kelapa muda akan tetapi yang membuatnya berbeda dengan olahan kelapa muda lainnya karena dipadukan dengan sagu dan bijih kluwih.Pemanfaatan sagu yang dipadukan dengan kelapa muda dan biji kluwih, dimana sagu tersebut dibuat menjadi cendol.

Buah kluwih memiliki kulit yang keras dan berduri, secara sekilas buah kluwih ini menyerupai buah sukun dan nangka sehingga pohon dan daun kluwih terlihat seperti pohon dan daun sukun. Lebih lanjut, disebutkan bahwa yang membedakan antara buah sukun dan buah kluwih dari bijinya, yakni; buah kluwih memiliki biji yang disebut dengan bethem sementara buah sukun tidak mempunyai biji, sedangkan buah nangka dan buah kluwih kedua-duanya memiliki biji, akan tetapi rasa biji kluwih lebih enak jika dibandingkan dengan biji nangka.Satu pohon kluwih (Artocarpus Communis) memiliki 2 (dua) bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina, bungan jantan ini mengandung saponin, polifenol dan tanin, kandungan saponin utamanya pada bunga jantan juga bermanfaat sebagai pengusir serangga seperti nyamuk. Lebih lanjut, pemanfaatan bunga jantan dari pohon kluwih sebagai antinyamuk relevan dengan teori ilmiah yang didasarkan pada kandungan zat di dalamnya.

Selanjutnya, mengenai pemanfaatan biji kluwih sebagai oleh masyarakat Kampung Tobati sebagai salah satu kuliner lokal dipadukan dengan kelapa muda dan sagu bernama Hjiir Mentuk yang biasanya dimanfaatkan sebagai hidangan penutup. Berikut bahan dan cara pembuatan olahan hjiir mentuk khas Tobati:

Bahan
1. Kelapa muda
2. Biji kluwih
3. Sagu kering
4. Sirup/Gula Merah   

Cara pembuatan hjiir mentuk
1. Terlebih dahulu siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan; kelapa muda, biji kluwih, sagu kering dan sirup atau gula merah
2. Rebus terlebih dahulu biji kluwih hingga benar-benar matang. Kemudian potong biji kluwih menjadi dua bagian atau sesuai dengan selera.
3. Didihkan air kemudian masuk sagu dan aduk sampai menjadi papeda, selanjutnya buat menjadi bulatan-bulatan kecil atau disesuaikan dengan selera.
4. Pecah kelapa muda, kemudian pisahkan daging kelapa dari batoknya. Biarkan daging kelapa muda serta airnya tercampur didalam batok kelapa.
5. Masukkan biji kluwih dan sagu yang telah dibuat tadi kedalam kelapa muda.
6. Tambahkan sirup atau gula merah secukupnya.
7. Hjiir mentuk siap untuk dihidangkan.
8. Tambahkan es batu jika ingin menikmatinya dalam keadaan dingin.